peencegahan strokeStroke dapat menyerang siapa saja, kepada siapa dan dimana saja taanpa anda duga – duga dan ketahui tentunya. Karena bisa saja menyerang keluarg terdekat anda. Dan yang mengejutkan adalah baru kemarin kita mengobrol atau jalan – jalan bersama dengan orang tersebut, namun apa daya esok hari kita mendengar kabar ia terkena stroke.

Apa yang harus kita perbuat dan lakukan? Bagamana cara kita mnecegah stroke pada diri kita sendiri? Stroke memanglah bukan hal yang barudalam sebuah kehidupan manusia karena siapa saja bisa terkena serangan stroke itu sendiri. Orang yang biasanya memiliki riwayat penyakit jantungdan juga tekanan darah tinggi, saat seseorang terkena stroke ringan tentunya hal tersebut masih bisa diatasi walau sebenarnya tetap memberikan kelumpuhan pada organ – organ syaraf kita.

Namun yang harus diwaspadai adalah sangat berbahayanya serangan stroke jika menimpa anda ataupun orang lain untuk yang kedua kalinya. Furniture Indonesia menyimpulkan, Karena hal tersebut akan memberikan serangan dan kelumpuhan total pada sebagiann tubuh anda. Serangan stroke tidak diketahui kapan datangnya, kadang tiba-tiba dan juga perlahan.

Tidak ada yang dapat dilakukan selain terapi jika telah terserang sehingga lebih baik melaksanakan pencegahan sebelum hal tersebut mengenai kita. Seperti kata pepatah sedialah payung sebelum hujan, maka dengan sendirinya tubuh anda akan kebal terhadap serangan stroke.

•Hindari dan hentikan kebiasaan merokok pada diri anda
Kebiasaan ini dapat menyebabkan atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah Anda menjadi mudah menggumpal.

•Olahraga yang teratur, dan jadikan sebuah kebiasaan
Riset menunjukkan mereka yang mulai latihan pada usia antara 25-40 tahun, risikonya terserang stroke berkurang 57 persen. Sedangkan yang mulai latihan saat usianya 40-55 tahun, kesempatannya 37 persen lebih baik untuk terhindar dari stroke.

•Tidurlah selama 7 jam minimal seharinya
Berangkat tidur lebih dari jam 10 malam dan bangun lebih pagi untuk pergi bekerja dapat meningkatkan risiko stroke hingga 63 persen. Studi menunjukkan seseorang 2 kali lebih mungkin mengembangkan sindrom metabolik, yaitu kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko stroke, serta penyakit jantung dan diabetes jika tidurnya kurang dari 7 jam per hari.