Ada sebuah riset yang dilakukan oleh University of Gothenburg terhadap beberapa sukarelawan guna menceri efek positif dan negatif yang didapat dari menggosok gigi dengan jari.

Tim dari University of Gothenburg, dan beberapa perusahaan aksesoris pernikahan di Swedia telah menemukan teknnik baru untuk menurunkan risiko terjadinya gigi berongga. Ketua peneliti, Dr. Anna Nordstrom, mengatakan, “Menggosokkan pasta gigi dengan jari Anda meningkatkan perlindungan fluorida hingga 400 persen.”

Para peneliti sudah mengetes efek dari pasta gigi yang berkadar fluorida tinggi yang bisa didapat tanpa resep di Swedia dan mereka meminta 16 orang untuk menggosok gigi beberapa kali dalam sehari dan mengetes teknik gosok gigi dengan jari.

Menurut Dr. Nordstrom, metode gosok gigi dengan jari ini sudah terbukti seefektif tiga kali menggosok gigi dengan sikat dan meningkatkan jumlah fluorida di dalam mulut. “Menggosokkan pasta gigi dengan merupakan cara paling mudah untuk ‘menembakkan’ fluorida selama sehari, misalnya setelah makan siang dan bisa menyehatkan gusi, ” kata dia seperti dikutip Daily Mail. Namun, ia menambahkan, cara ini tidak bisa menggantikan kebiasaan menggosok gigi dengan sikat gigi berpasta gigi pada pagi dan sore hari. “Ini adalah ekstra, tambahan,” kata Dr. Nordstrom.

Peneliti juga menyarankan agar sebaiknya menghindari membersihkan pasta gigi mereka dengan air setelah menggosok gigi. Membiarkan fluorida di gigi tanpa dibasuh itu juga tidak berbahaya dan pandangan itu berlawan dengan keyakinan bahwa fluorida bisa meningkatkan risiko kesehatan, juga bisa meningkatkan risiko kanker tulang pada anak-anak lelaki.